www.instagram.com/ayahkris.com_jemparinganjogja

Rekap IG >> www.instagram.com/ayahkris.com_jemparinganjogja

# submitt :
freewebsubmission.com

# Blogs :
1. JemparinganJogja.wordpress.com
2. KrisBudiharjoblog.wordpress.com
3.

# iklan :
Iklan1 – 18

21 22

iklan8.sebariklanonline.com

 

Advertisements

Jemparingan adalah

Jemparingan adalah

jemparingan nusantara jogja solo mataram panahan tradisional langenastro

(ayahKris.com) – Jemparingan adalah panahan tradisional yg populer.sejak jaman nenek-moyang di pulau Jawa dan Madura.

Secara sederhana, kita bisa bedakan jadi 3 :
A. Jemparingan Jegulan / undlup
B. Jemparingan Kalang-kinantang; dan
C. Jemparingan tradisi / panahan tradisional targetan.


A. Jemparingan Jegulan / panahan tradisional
adalah panahan tradisional asli Indonesia / Jawa. Sampai sekarang masih bisa ditemui di
Jogjakarta, Jawa-Tengan, Jawa-Barat, Jawa-Timur, dll.

Ada banyak variasi, dan tiap daerah di pulau jawa punya ciri-khas.nya masing-masing.

Tekniknya sangat mudah dikenali, gendewo / busur dipegang dalam posisi horisontal, pemanah melepaskan jemparing (anak-panah) TANPA dibidik dg mata.

Umumnya memanah dilakukan dalam posisi duduk di lantai / bersila, walau sekarang di beberapa daerah ada yg duduk di kursi.

Bandul / target sasarannya pun beragam


B. Jemparingan Kalang-kinantang (jemparingan)
Jemparingan ini adalah modifikasi dari undlup. Dimulai di Kadipaten Pura Pakualaman, Jogjakarta, di era pemerintahan Sri Paduka Pakualam ke VIII.

Gendewa yg sebelumnya dipegang melintang, diubah sedikit menjadi posisi diagonal.
Mengadaptasi busur internasional standar-bow, mulai dibuat kalenan (ing: window) pada cengkolak (ing: riser / pegangan busur). Posisi memanah tetap dilakukan duduk bersila dan timpuh (untuk pemanah putri)


C. Jemparingan Tradisi / panahan tradisional targetan (PERPANI)
Sengaja saya masukkan sebagai jemparingan, karena pembuatnya sama : Sri Paduka Pakualam ke VIII.

Banyak ‘aturan’ di jemparingan ‘modern’, yg asalnya dari (aturan) panahan tradisional targetan PERPANI ini.

Selain membuat jemparingan kalang-kinantang, Sri Paduka Pakualam ke VIII juga pendiri PERPANI (persatuan panahan indonesia)

Jemparingan Tradisi mirip sekali dg jemparingan kalang-kinantang, BEDAnya adalah :
– Jemparingan Tradisi fokusnya prestasi (bukan sekedar silaturahmi/budaya)
– Gendewo dan jemparing yg digunakan persis sama, hanya target diubah menjadi seperti target-face olah-raga menembak. dg ukutan yg lebih besar.
– setiap atlit harus memanah sesuai jarak yg dipertandingkan, yaitu :30m. 40m. dan 50m. Seluruh score / nilai dijumlah / diakumulasi untuk menentukan siapa juaranya.

# Baca juga :
Jemparingan Jogja
Bregada Langenastro
Harga Jemparingan
Jemparingan CIREBON
Jual busur panah tradisional


Blogger : AyahKris – Langenastro (www.ayahkris.com)
WA : 0838 6768 4151


HOME

l

jual-busur-panah-jemparingan-jogja-solo-madura-surabaya-malang

jual-busur-panah-jemparingan-jogja-madura-solo

Jemparingan Cirebon

Jemparingan Cirebon

(www.LANGENASTRO.com) Sabtu, 12 Januari 2019 lalu, dulur2 Langenastro Yogyakarta turut menyemarakkan Gladhen Silaturahmi Jamparingan Jawa Barat di Kota Cirebon.

Jemparingan di Cirebon ternyata sudah berkembang sejak 2 tahun lalu. Berawal dari teman2 sekolah pak Agung – LANGENASTRO, sekarang CIREBON sudah bisa mengadakan gladhen, bahkan memiliki pengrajin gendewo / busur jemparingan sendiri.

Gladhen kemarin dihadiri dulur2 dari Bandung, Kuningan, Banten, Kulon Progo, Klaten, Kota Barat Solo, Tangerang, dan pastinya Jogja

.. lihat Gallery FOTO2 gladhen CIREBON di ->>  https://tinyurl.com/yaz4g557

;

# Baca juga :
Jemparingan Jogja
Bregada Langenastro
Harga Jemparingan
Jual busur panah tradisional


Blogger : AyahKris – Langenastro (www.ayahkris.com)
WA : 0838 6768 4151


HOME

 

l

jual-busur-panah-jemparingan-jogja-solo-madura-surabaya-malang

jual-busur-panah-jemparingan-jogja-madura-solo

Jemparingan Mataram – SEJARAH

Jemparingan Mataram

Jemparingan kian-hari kian digemari SEMUA kalangan, baik anak-anak s/d lanjut-usia, tidak hanya di Jogjakarta, tapi menyebar pesat ke kota-kota lain BAHKAN sampai ke  Mancanegara


Jemparingan Langenastro di program My Trip My Adventure – TransTV


jemparingan mataram jogja sejarah nusantara langenastro

01. Panahan TRADISIONAL yang sekarang ada, AWALnya merupakan warisan Sri Sultan Hamengku Buwono 1 untuk melatih jiwa ksatria para prajurit / abdi dalem; dan SAMPAI SEKARANG masih tetap dijaga dan dilestarikan para Abdi-dalem kraton kasultanan Yogyakarta.

Sedari kecil, Beliau dikenal sangat cakap dalam olah keprajuritan, mahir berkuda, dan bermain senjata. Selain itu, beliau juga dikenal sangat taat beribadah sembari tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Budaya Jawa.


02. Pasca merdeka, Indonesia mulai berpartisipasi dan mengambil peranannya dalam pergaulan dunia melalui olahraga.

jemparingan mataram sejarah-nusantara-jegulan-jogja-adalah-filosofi
Sri Paku Alam ke VIII, yang kala itu merupakan Wakil Kepala Daerah Yogyakarta mendampingi Sri Sultan Hamengku Buwono IX, adalah seorang PEMANAH JEMPARINGAN yg handal, bahkan Beliaulah tokoh pendiri Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani).

Dengan seijin Sultan, beliau merombak sedikit Gaya JEMPARINGAN lama (jegulan), yg tadinya busur posisi horisontal, memanah dg hati (bukan dibidik dg mata. Lihat gambar), menjadi posisi duduk bersila (tetap), tapi posisi busur miring/ diagonal, membidik sasaran dg ‘nginceng’ melihat melalui KALENAN / jendela-bidik 3 cm (kalangkinantang).

Pada tahun 1953 Sri Paku Alam VIII mendirikan Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani). Upaya Paku Alam VIII untuk mengembangkan Perpani yaitu memperjuangkan olahraga panahan sebagai pertandingan resmi yang diperlombakan dalam PON, mengembangkan olahraga panahan di kalangan masyarakat dan mendaftarkan Perpani sebagai anggota persatuan panahan Internasional FITA.


03. Setelah vakum lama, Paseduluran jemparingan Langenstro, kampung Langenastran, Kraton Yogyakarta mulai menghidupkan kembali seni jemparingan ini, dan mendapat ijin untuk menyelenggarakan gladen, bahkan Tanggap-Warsa LANGENASTRO (Ulang-tahun) ke-1, 2, dan 3, SEMUANYA diselenggarakan di kraton Yogyakarta, tepatnya di halaman bangsal Kamandungan.

jemparingan mataram sejarah nusantara jogja solo panahan tradisional langenastro


Dari arena gladen jemparingan Rutin Selasa Wage dalam rangka Tingalan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, 13 September 2011, bertempat di halaman Kemandhungan Kidul, Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Diabadikan oleh Agus Yuniarso (http://agus.yuniarso.com) untuk Galeri Video Yogyakarta (http://www.galerivideo.org). (*)


jemparingan mataram sejarah-nusantara-jegulan-adalah jogja-filosofi

04. Jemparingan (jegulan) yg dulunya khusus Abdi-Dalem Kraton Jogja, sekarang diajarkan untuk UMUM di Kagungan Dalem Bangsal Kamandungan.

jemparingan mataram sejarah jegulan panahan jogja nusantara

Paseduluran Jemparingan LANGENASTRO menjadi SAKSI peristiwa bersejarah ini, sekaligus menjadi cantrik-cantrik PERTAMA bersama dulur-dulur dari jogja dan kota-kota sekitarnya, yg diajar LANGSUNG oleh KRATON Jogjakarta.

jemparingan mataram jegulan panahan jogja nusantara

Dari dulur-dulur Paseduluran Jemparingan Langenastro yang mewakili belajar LANGSUNG dg KRT Jatiningrat dan para Kanjeng yg lain, diantaranya :
– mas Topeeq,

– mas Andi Imogiri,
– mas Maryanto,
– mas Danang
– mas Budi & istri
– AyahKRIS (www.AyahKRIS.com)

HOME