Jemparingan adalah

Jemparingan adalah

jemparingan jogja nusantara solo mataram panahan tradisional langenastro

kris panahan – Jemparingan Mataram dengan target bandul jemparingan

(Kris Panahan) – Jemparingan adalah panahan-tradisional yg populer sejak jaman nenek-moyang di pulau Jawa dan Madura.

Secara sederhana, kita bisa bedakan jadi 3 :
A. Jemparingan Mataram gagrak karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
(bukan Jegulan / undlup)
B. Jemparingan mataraman gagrak PERPANI ; dan
C. Jemparingan tradisi / panahan tradisional targetan.


A. Jemparingan gagrak Mataraman karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

adalah panahan-tradisional ASLI Indonesia, lebih tepatnya berasal dari karaton kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Di kalangan UMUM ada yg menyebutnya dengan : jegulan, undlup, dll.
Padahal istilah-istilah itu TIDAK DIKENAL di karaton Yogyakarta. Yg ada adalah panahan (bahasa ngoko) atau jemparingan, lengkapnya : Jemparingan gagrak Mataraman karaton Ngayogyakarta 

baca selengkapnya

Tekniknya sangat mudah dikenali, gandhewo / busur dipegang dalam posisi horisontal, pemanah melepaskan jemparing (anak-panah) TANPA dibidik dg mata.

Umumnya memanah dilakukan dalam posisi duduk di lantai / bersila, walaupun diperbolehkan juga duduk di kursi (dikarenakan habis hujan, lapangan / tanah basah, dll)

Target sasarannya bandul jemparingan : wong-wongan / bandhul, lengkap dg pocong ( bahasa kromo-inggil untuk : pantat / bokong)


B. Jemparingan Mataraman gagrak PERPANI 

Jemparingan ini adalah modifikasi dari gagrak / gaya Jemparingan Mataraman karaton Yogyakarta. Dimulai oleh Sri Paduka Pakualam ke VIII di Kadipaten Pura Pakualaman, Jogjakarta.

Gendewa yg sebelumnya dipegang melintang, diubah sedikit menjadi posisi diagonal.
Mengadaptasi busur internasional standar-bow, mulai dibuat kalenan (ing: window) pada cengkolak (ing: riser / pegangan busur). Posisi memanah tetap dilakukan duduk bersila dan timpuh (untuk pemanah putri)

baca selengkapnya


C. Jemparingan Tradisi / panahan tradisional targetan (PERPANI)
Sengaja saya masukkan sebagai jemparingan, karena penggagasnya sama : Sri Paduka Pakualam ke VIII.

Banyak ‘aturan’ di jemparingan ‘modern’, yg asalnya dari (aturan) panahan tradisional targetan PERPANI ini.

Selain membuat jemparingan ‘miring / posisi gandhewa diagonal‘, Sri Paduka Pakualam ke VIII juga pendiri PERPANI (persatuan panahan indonesia)

Jemparingan-tradisi mirip sekali dg jemparingan mataraman gagrak PERPANI, BEDAnya adalah :
– Jemparingan Tradisi fokusnya prestasi (bukan sekedar silaturahmi/budaya)
– Gendewo dan jemparing yg digunakan, persis sama dg jemparingan amtaraman gagark PERPANI, hanya saja : target / sasarannya diubah menjadi seperti target-face olah-raga menembak. dg ukutan yg lebih besar.
– setiap atlit harus memanah sesuai jarak yg dipertandingkan, yaitu : 30m. 40m. dan 50m. Seluruh score / nilai dijumlah / diakumulasi untuk menentukan siapa juaranya.


Blogger : Kris panahan | WA : 0838 6768 4151
.

# About Us :

# JUALAN kami (silahkan support, jadi reseller kami – dropship.an juga OK) :


Blogger : Kris panahan – Langenastro (bit.ly/krisPanahan)
WA : 0838 6768 4151


HOME

l