Wisata panahan Jogja – www.Langenastro.com

Wisata panahan Jogja

Foto – video Unik & Ngangeni Paseduluran Jemparingan LANGENASTRO 😀. Visit www.LANGENASTRO.com

Wisata panahan jogja jemparingan langenastro mataraman panah tradisional kraton
Wonten keng ngendiko : meniko Begal TradisionalHamane Jenenge Sabamisme 😀Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1396641160654948&set=gm.669364676526344&type=3&theater

Wisata panahan jogja jemparingan solo langenastro mataraman panah tradisional sipas
AyahKris & mas Heru Langenastro, mewakili Paseduluran Jemparingan Langenastro nderek mangayubagyo Gladhen-Alit di SIPAS Solo

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=299370080504681&set=g.159910960805054&type=1&theater&ifg=1

Advertisements

Susunan Pengurus Jemparingan Nusantara 2017 – 2021

Jemparingan Nusantara

– Berikut ini daftar pengurus Jemparingan Nusantara, periode 2017 s/d 2021 :

PENGURUS JN PERIODE 2017 s.d 2021

Dewan Penasehat
– Unsur Kemendikbud
– Unsur Kemenpora

Dewan Pembina
1. KRT Jatiningrat
2. dr. Hasto Wardoyo, Sp OG
3. Agung Anom
4. Abah Tapa

Dewan Pengarah
1. Edy Rustopo
2. Gendro
3. Rimawan

Ketua Umum
Drs. SUHARSONO, SH. M.Hum.

Sekjen
Joko Mursito, S.Sn, MA.

Wasekjen
Unus Subiyantoro, M. Pd.

Bendahara
Budi Narwanto

Divisi Organisasi
1. Dedy Yunanta A. W. (Ketua)
2. Al Thouvik S. AMd. (wakil)
3. Yemy Casandra
4. Ali Wafa
5. Sugeng Riadi
6. S.A. Wibowo, S.Si.

Divisi Pembinaan
1. Eko Riyantoko (Ketua)
2. Agung Susila H. S.Sn (Wakil)
3. Arif Fatoni
4.Yuli Wariyanti, S.Or. 5. Dayu Putnama 6.Heru Poerwanto

Divisi Litbang
1. Cipto P. S.Si. Apt. (Ketua)
2. Joko Panambang (Wakil)
3. Titis Priyadi B, S.Pd.
4. Dwi Harjanto
5. Rio Trianto
6. Reni Susanti
7. Endah Fitri Susanti

Divisi Sarpras
1. Hargiyanto, S.Sos (Ketua)
2. Drs. Mulyana (Wakil)
3. Purnomo
4. Oni Supardi

Divisi Humas dan IT
1. Muh. Nur Hudha (Ketua)
2. M.B. Rachmad (Wakil)
3. Widodo Slamet
4. Sholehuddin H.
5. Supyani
6. Kris Budiharjo

Divisi Hukum dan Advokasi
1. Aiptu Sabar Narimo, SH.
2. D. Yurist Heru Prabowo, SH.

.

HOME

Jemparingan Jogja – KrisBudi.com

Jemparingan Jogja

gendewa panahan jemparingan langenastro Jemparingan, adalah seni panahan tradisional yg berasal dari Kasultanan Yogyakarta.

Seni memanah ini sudah ada sejak Awal pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono ke 1, dilakukan dalam posisi duduk bersila, wajib menggunakan busur gendewa dari kayu, dan limb / sayap dari bambu.

Sasaran targetnya pun bukan ring lingkaran seperti umumnya cabor panahan / menembak, melainkan jerami yg diikat seukuran tali-pramuka (3 x 30 cm), dan digantung setinggi orang dewasa -+ 160cm.

Dulunya jarak target yg sering disebut bandul / wong-wongan ini mencapai 50m, namun seiring langkanya tempat lapang untuk gladhen, sekarang rata-rata jarak target jemparingan adalah 30m saja.

baca juga : Sejarah jemparingan di Jogjakarta

sejarah jemparingan panahan tradisional busur panah

Jemparingan – Sri Paduka Paku-Alam VIII

Khusus untuk para abdi-dalem dan keluarga kraton, jemparingan dilakukan dg posisi melintang, tanpa dibidik dg mata, melainkan dg hati.

Teknik di atas oleh kalangan UMUM dikenal dg istilan : jegulan, jenthotan, atau undlup ini baru MULAI diajarkan untuk masyarakat luas mulai 16 Januari 2018.
Sebelumnya… he.3x saya sendiri dilarang utk mengikutinya.

***

Salah-satu komunitas jemparingan tertua di Jogja adalah Paseduluran Jemparingan LANGENASTRO, dimana saya menjadi salah-satu anggotanya.

Baca juga : Krisbudi jual anak panah bambu utk jemparingan

not

Toko kami membuat & jual jemparingan
Alamat showroom sederhana kami di :
JL. Suryowijayan 69A, pojok beteng-kulon, Yogyakarta 55142 (YARDEN tailor) – Telp. 0274374 327 (K)

Hub. kami SEKARANG :
pak Krisbudi – Langenastro
Hp/WA : 083867684151
INSTAGRAM : @AyahKRIS.JogjaArchery

note. Foto kami di atas, saya ambil dari sumber >> https://www.backstreetacademy.com/yogyakarta/1832/the-making-of-gendewa-traditional-javanese-archery

busur panah jemparingan langenastro krisbudi

Jemparingan ada 2 macam – www.KrisBudi.com

Jemparingan

gendewa panahan jemparingan langenastro Jemparingan, adalah seni panahan tradisional yg berasal dari Kasultanan Yogyakarta.

Seni memanah ini sudah ada sejak Awal pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono ke 1, dilakukan dalam posisi duduk bersila, wajib menggunakan busur gendewa dari kayu, dan limb / sayap dari bambu.

Baca juga: Jemparingan Jogja : Jegulan ATAU Kalang-Kinanthang?

Sasaran targetnya pun bukan ring lingkaran seperti umumnya cabor panahan / menembak, melainkan jerami yg diikat seukuran tali-pramuka (3 x 30 cm), dan digantung setinggi orang dewasa -+ 160cm.

Dulunya jarak target yg sering disebut bandul / wong-wongan ini mencapai 50m, namun seiring langkanya tempat lapang untuk gladhen, sekarang rata-rata jarak target jemparingan adalah 30m saja.

baca juga : Sejarah jemparingan di Yogyakarta

sejarah jemparingan panahan tradisional busur panah

Jemparingan – Sri Paduka Paku-Alam VIII

Khusus untuk para abdi-dalem dan keluarga kraton, jemparingan dilakukan dg posisi melintang, tanpa dibidik dg mata, melainkan dg hati.

Teknik di atas oleh kalangan UMUM dikenal dg istilan : jegulan, jenthotan, atau undlup ini baru MULAI diajarkan untuk masyarakat luas mulai 16 Januari 2018.
Sebelumnya… he.3x saya sendiri dilarang utk mengikutinya.

***

Salah-satu komunitas jemparingan tertua di Jogja adalah Paseduluran Jemparingan LANGENASTRO, dimana saya menjadi salah-satu anggotanya.

Baca juga : Krisbudi jual anak panah bambu utk jemparingan

not

Toko kami membuat & jual jemparingan
Alamat showroom sederhana kami di :
JL. Suryowijayan 69A, pojok beteng-kulon, Yogyakarta 55142 (YARDEN tailor) – Telp. 0274374 327 (K)

Hub. kami SEKARANG :
pak Krisbudi – Langenastro
Hp/WA : 083867684151
INSTAGRAM : @AyahKRIS.JogjaArchery

note. Foto diri saya di atas, saya ambil dari sumber >> https://www.backstreetacademy.com/yogyakarta/1832/the-making-of-gendewa-traditional-javanese-archery

busur panah jemparingan langenastro krisbudi